Pengembangan Kampung Akuaponik sebagai Central Pariwisata Perekonomian Perkotaan Kelurahan Kandri

11 bulan ago admin 0

Pengembangan Kampung Akuaponik sebagai Central Pariwisata

Perekonomian Perkotaan Kelurahan Kandri

 

Sutini

Racana Wahid Hasyim,Universitas Wahid Hasyim,

sutiniipa481@gmail.com

 

Abstrak

Kelurahan Kandri meruapakan kelurahan yang terkenal dengan sebutan desa wisata. Terdapat 4 RW yang terdapat di kelurahan kandri salah satunya adalah RW IV yang terkenal dengan kampung akuaponik Dewi Kandri. Kampung Akuaponik dewi kandri mempunyai potensi yang sangat besar untuk dijadikan objek pariwisata. Dengan adanya pengembangan kampung akuaponik dapat membntu mewujudkan kampung pariwisata untuk meningkatkan perekonomian dari hasil akuaponik.. Disamping itu masyarakat dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan berakuapoik serta mampu untuk menciptakan pariwisata yang menarik.

 

Kata kunci: akuaponik, perekonomian, Pariwisata.

 1. Pendahuluan

Akuaponik merupakan  sistem bertani yang memanfaatkan hidroponik dan akaukultur dalam satu sistem yang berkesinambungan dalam simbiosis mutualisme dengan memanfaatkan lahan sempit untuk bercocok tanam. Hal ini merupakan solusi masyarakat perkotaan untuk bisa bertani dipekarangan yang sempit.

Racana Wahid Hasyim merupakan wadah Pramuka di perguruan tinggi, yang dalam program kegiatanya berdasarkan tridharma perguruan tinggi, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat. Observasi demi observasi dilakukan dalam rangka menemukan tema yang menarik, dan mampu memberikan manfaat yang besar. Harapanya adalah semoga melalui pramuka mampu memberikan manfaat untuk masyarakat.

Berdasarkan keadaan dan potensi daerah, terdapat satu RW di kelurahan Kandri, bahwa di RW IV yang terdiri dari 9 RT dengan jumlah KK 265 memiliki potensi dalam pengembangan Akuaponik. Sebagaimana yang telah diketahui beberapa orang bahwa mengembangkan Akuaponik tidak hanya akan menumbuhkan perekonomian, akan tetapi akan membuka peluang destinasi wisata baru, yaitu wisata edukasi.

Kondisi masyarakat Kelurahan Kandri, khususnya RW IV ini memiliki beberapa kendala dalam mengelola Akuaponik diantaranya: kurangnya kelengkapan bahan penunjang untuk proses pengembangan Akuaponik, pelatihan yang kurang maksimal, dan minimnya publikasi ke media masa. Dengan berbagai kendala yang ada, Racana Wahid Hasyim berinisiatif perlunya langkah pasti guna membuat central pariwisata edukasi perekonomian Perkotaan.

Pelaksanaan pengembangan masyarakat ini berpusat pada bagaimana caranya Akuaponik yang sudah ada bisa berkembang dan terpublikasikan serta membantu masyarakat agar dapat meningkatkan kualitas ekonomi, masyarakat bisa berkembang dan di kenal oleh masyarakat luar Kelurahan Kandri sebagai tempat objek pariwisata edukasi perekonomian perkotaan. Selain pengembangan pariwiwisata dapat menciptakan central pembibitan untuk mempermudah masyarakat dalam mengembangkan Akuaponik dan bisa dipasarkan ke masyarakat umum sesuai berusaha agar kepariwisataan di Kelurahan Kandri RW: IV dapat terwujud untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memiliki kemandirian ekonomi. Selain itu Racana Wahid Hasyim juga berinisatif untuk membantu masyarakat agar memiliki pengetahuan dalam menjalankan manajemen kepariwisataan Akuaponik.

2. Bahan dan Metode

Dalam berakuaponik, perlu kita pahami diawal bahwa terdapat komponen penting yang dibutuhkan sebelum memulai Akuaponik, komponen tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Resirkulasi, artinya air yang digunakan disirkulasikan, tidak keluar dari sistem
  2. Kualitas air, kita harus terus berupaya dan mempertahankan agar kualitas air cocok untuk ikan, bakteri dan tanaman
  3. Simbiosis mutualisme, artinya hubungan yang saling berkesinambungan dan saling menguntungkan satu sama lain.

Dengan melengkapi komponen-komponen yang mencakup tiga hal tersebut, akan mempermudah dalam memulai akuaponik. Guna hal tersebut di atas, maka komponen-komponen yang kita butuhkan dalam membangun sistem Akuaponik adalah sebagai berikut:

  1. Kolam

Yang dimaksud kolam disini adalah tempat atau wadah untuk tempat memelihara ikan. Kolam disini tidak dibatasi ketentuannya sehingga bentuk ataupun bahan bisa apa saja. Dalam hal ini kita dapat memilih bentuk geometris (persegi, bundar) dan tidak beraturan, demikian juga dengan bahan, kita boleh menggunakan bahan kaca (akuarium), plastik, semen ataupun terpal, dengan syarat bahan tersebut dapat menahan air secara sempurna.

  1. Ikan

Ikan adalah penyedia nutrisi bagi tanaman, berbagai jenis ikan dapat digunakan dalam sistem Akuaponik, namun tentu saja harus menyesuaikan dengan kondisi lokal seperti suhu, ketinggian permukaan tanah dan ketersediaan benih. Jadi tidak benar jika ada pihak yang mengatakan bahwa Akuaponik hanya cocok untuk jenis ikan tertentu saja.

  1. Tempat menanam

Tempat menanam dapat berupa bak tanam yang bisa menggunakan berbagai jenis macam bahan yang ada di sekitar kita, bisa berupa ember, talang air, jerigen dan lain sebaginya.

  1. Media tanam

Media tanam yang dapat digunakan ada berbagai macam yang penting media tersebut memenuhi kriteria, yaitu:

  • Tidak mempengaruhi larutan nutrisi;
  • Tidak menyumbat sistem pengairan;
  • Mempunyai pori yang baik.
  1. Pompa air

Pada umumnya pompa air yang digunakan adalah pompa celup, namun dalam hal ini kita juga bisa menggunakan pompa rumah tangga dengan sedikit modifikasi agar mampu bekerja selama 24 jam. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan pompa air adalah debit air yang dapat dipompakan oeh mesin pompa tersebut. Penggunaan pompa air disesuai dengan volume air kolam dan ketinggian media tanam, setidaknya pompa air yang digunakan mampu mengganti seluruh air kolam dalam waktu kurang lebih 1 jam.

  1. Tanaman

Pada dasarnya semua jenis tanaman dapat ditanam menggunakan metode Akuaponik, baik sayuran daun, sayuran buah ataupun umbi-umbian.

  1. Filterisasi

Filterisasi adalah penyaringan/pemisahan zat yang terkandung dalam air kolam yang digunakan untuk akuaponik. Terdapat tiga jenis kotoran yang berpotensi menghasilkan amonia di dalam kolam, diantaranya:

  • Kotoran padat yang mengendap di dasar kolam; sisa pakan dan feses
  • Kotoran padat yang melayang di air (suspended solid), dan
  • Kotoran suspensi yang halus dan tidak larut (dissolved solid)

Tujuan utama dilakukannya filterisasi adala untuk memisahkan kotoran atau sisa pakan dan hasil ekskresi ikan dari air dan mengurai amoni yang terbentuk agardapat dimanfaatkan oleh tanaman. Perlu dipahami bahwa tujuan filterisasi dalam Akuaponik bukanlah untuk menjernihkan air melainkan untuk menyehatkan air agar aman bagi ikan dan tanaman.

3. Hasil dan Pembahasan

Dari hasil uraian terkait dengan pengembangan kampung akuaponik maka tidak dapat dipungkiri pula bahwa Akuaponiklah yang menjadi titik pengukur dalam menujang kemajuan pariwisata perekonomian yang mana hasil dari berakuaponik dapat dijadikan sebagai bahan pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Tidak hanya itu saja, akuaponik juga dapat di pasarkan di masyarakat umum dan sebagai wisata edukasi yang membahas tentang akuaponik secara rinci.

Dijelaskan oleh salah satu pakar akuaponik dikelurahan kandri yaitu Muhammad Syafi’i bahwa akuaponik sendiri merupakan teknik bercocok tanam yang memanfatkan kotoran ikan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman dan sebagai pengendali kualitas air bagi ikan. Prinsip dasar yang digunakan akuaponik adalah resirkulasi, yaitu memanfaatkan kembali air yang sudah digunakan dalam sistem pemeliharaan ikan sebagai sebuah sumber nutrisi bagi tanaman. Oleh karena itu, dikatakan bahwa akuaponik merupakan bentuk budidaya perikanan dan pertanian yang berjalan secara berkesinambungan membentuk suatu ekosistem yang saling  ketergantungan satu sama lain dalam hubungan simbiosis mutualisme.

Hasil dari Akuaponik dapat digunakan sebagai pemenuhan  kebutuhan rumah tangga untuk meningkatkan perekonomian. Setiap hari masyarakat terbantu dengan hasilnya. Setiap hari masyarakat kandri di RW IV, terutama ibu-ibu dapat mengurangi belanja berkisar 15.000,00 perhari jika yang dipanen adalah ikan dan sayuran dalam sekali panen. Hal ini menjadi tolak ukur nilai kemanfaatan dari Akuaponik itu sendiri. Sehingga dalam hal ini pengeluaran akan terkendali jika kita mampu menciptakan lahan yang serba guna.

 4. Kesimpulan

Kampung Akuaponik dewi kandri merupakan desa wisata berbasis Akuaponik yang mayoritas masyrakatnya memenuhi kebutuhan rumah tangga dari hasil Akuaponik. Akuaponik adalah sistem bercocok tanam yang menggabungkan antara akuakultur dengan hidroponik dalam satu sistem yang berkesinambungan dan saling ketergantungan dalam simbiosis mutualisme. Dalam Akuaponik terdapat komponen-komponen yang mempengaruhi. Dengan Akuaponik menjadikan kandri menjadi desa wisata yang unik dan menarik untuk di kunjungi.

 5. Saran

Perlu adanya pemeliharaan secara rutin untuk mendapatkan hasil yang baik serta penanganan terhadap komponen yang ada didalamnya secara berkala.

6. Daftar Pustaka

Widyastuti, E., Sukanto, S. Rukayah, 2010, Penggunaan Pakan Fermentasi pada Budidaya Ikan Sistem Keramba Jaring Apung untuk Mengurangi Potensi Eutrofikasi di Waduk Wadaslintang. Jurnal Limnotek (2010).

 Akbar, R. A., 2003, Efesiensi Nitrifikasi dalam Sistem Biolfiter Submerged Bed, Trickling Filter dan Fluidized Bed. Skripsi. Institut Teknologi Bandung. Bandung.

 Nugroho, E dan Sutrisno, 2008, Budidaya Ikan dan Sayuran Dengan Sistem Akuaponik, Jakarta: Penebar Swadaya.

 

Sumber :http://racanaunwahas.blogspot.com