Prof. Said Aqil Siradj: Islam Nusantara bukan Agama Baru

9 bulan ago admin 0

Semarang, pramukaunwahas.org – Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA. memberikan kuliah umum “Pendidikan Islam Nusantara” kepada mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Wahid Hasyim, di Auditorium Fakultas Kedokteran Kampus 3 Unwahas, minggu kemarin (09/12).

Tokoh muslim yang masuk 50 top Muslim berpengaruh di dunia ini menjelaskan tentang esensi Islam Nusantara yang menjadi tema pada Muktamar ke-33 di Jombang. Bahwa Islam Nusantara bukanlah agama baru yang dipahami sebagian orang.

“Islam Nusantara itu bukan agama baru, melainkan mumayyizat” papar Prof. Said Aqil Siradj.

Islam Nusantara itu, lanjut Prof. Said Aqil Sirodj,  Ajaran Islam dari Muhammad SAW, Arab sana, yang dibawa ke Indonesia atau Nusantara ini oleh Walisongo. Dalam penyampaiannya menggunakan cara yang damai. Pendekatan yang digunakan itu pendekatan budaya, hingga orang Nusantara tertarik dan berbondong-bondong masuk Islam. Berbeda dengan yang ada di Suriah, Iraq, Timur tengah sana, disana masih menggunakan peperangan.

Sebelumnya, di hadapan ratusan mahasiswa magister dan doktor, Pengurus Yayasan Wahid Hasyim, Prof. Dr. H. Noor Achmad, MA. Menjelaskan bahwa Pondok Pesantren merupakan cikal bakal pendidikan Islam di Indonesia, yang sudah mencetak tokoh-tokoh ulama pejuang kemerdekaan bangsa dan Ulama berkelas dunia.

“Tokoh Ulama Nusantara banyak yang menjadi Imam Masjidil Haram, Makkah, dan beliau-beliau adalah jebolan pesantren”. Tegas Prof. Noor Achmad.

Tidak hanya itu, lanjut Prof. Noor Achmad, selain ‘alim ilmu agamanya, beliau-beliau para ulama Nusantara juga memiliki jiwa nasionalisme yang luar biasa. Satu contoh adalah Pendiri Nahdlatul Ulama yang mengatakan “Hubbul Wathan minal Iman”, Cinta Tanah Air bagian dari Iman.

Turut hadir dalam acara tersebut, Pengurus Yayasan, Prof. Dr. H. Noor Achmad, MA., Rektor Unwahas, Prof. Dr. H. Mahmutarom HR, SH.MH., WR II, Drs. H. M. Zain Yusuf, MM, WR III, Dr. H. Andi Purwono, S.IP., M.Si. dan Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Muhtarom, HM. Serta para Pimpinan Fakultas di lingkungan Unwahas.